Showing posts with label The Venopian Solitude. Show all posts
Showing posts with label The Venopian Solitude. Show all posts

Tuesday, 26 February 2019

Lirik Lagu Tenangkan Bontot Anda - The Venopian Solitude



Bertenang, tenang, tenangkanlah fikiran
Bawa bertendang sebelum dipandang kesian
Celaru tahu mengangkat diri berlalu
Bertenang, tenang, tenangkanlah fikiran
Kaji langit biru indah

Siapa tak lelah saat dicatu
Mindanya yang tak henti alirkan adu
Delapang hati harus kita kenali
Diapa tak lelah saat dicatu
Perhati padang menghijau

Jalan terus berjalan jangan henti
Jangan henti kalau terus maki sendiri
Jalan terus jalan jangan henti
Sampai yang terpampang hanyalah langit yang mencium bumi

Lirik Lagu The Leading Reaper - The Venopian Solitude



I'm too lazy I'm too dull And I'm turning into a numbskull
All the doors Have been borne From the rising of the undertone
And the creepsHold believers How to deal with the shivers
What's the deal With the others Trying not to be a leader

I'm too young To adore Something I have never known before
I'm too reckless To be jealous Of the eternal numbers
And the bricks Being built Is slowly melting down
And the leer From the peers Is drowning all your sound
Reaching for the brim
Before the dark begins
Reaching for the edge
Before the life be held, by
The reaper
The keeper of believers
The seer
The sentimental leader

I'm too old To abhor Something I have never known before
I'm too harmless To be jealous Of the eternal letters
And the wall Uninstalled Is slowly growing loud
And the jeer From the peers Is drowning all my hounds
Reaching for the sin
Before the light begins
Reaching for the haven
Before the life be given, to
The reaper
The keeper of believers
The seer
The sentimental leader
The reaper
(reaching for the brim)
The keeper of believer
(before the dark begins)
The seer
(reaching for the edge)
The sentimental leader
(before the life be held, by)
The reaper
(reaching for the sin)
The keeper of believer
(before the light begins)
The seer
(reaching for the haven)
The sentimental leader
(before the life be given, to)

The reaper
The reaper
The reaper
The reaper

Lirik Lagu Khilaf Ratna - The Venopian Solitude



Semalam berdiri
Suara menyepi
Seribu khilaf hilang
Buta terus menyapa
Junam rasa

Seluas langit
Diludah perit
Seratus bunga dibakar
Lupa, kumbang menyapa
Junam rasa

Gemersik hujan turun
Memecah sunyi subuh berbayu
Slangkah indah dunia jika
Yang parah hancur luluh

Sehari terbaring
Tujuan gering
Setajam pena menyala
Lumpuh terus menggoda
Dajal gila

Senipis raga
Disorong celaka
Semusim terbang ke dasar
Laut, baham ribut;
Benam ratna.

Diusik petir guruh
Meretak hening maghrib beradu
Alangkah gusar si fana jika
Yang riang mekar ranum

Gemersik hujan turun
Memecah sunyi subuh berbayu
Alangkah indah dunia jika
Yang parah hancur luluh

Lirik Lagu Kembang Bunga - The Venopian Solitude



Jauh termenung ditemani sang pintu
Dikuis waktu lalu
Bunga kejora kembang segar melata

Mengundang tamu duka

Lepaskan fana, marilah menari pesta!
Berikan dirimu sedikit nafas lega
Yang indah disaluti haruman
Bunga kejora di taman

Layunya bayu yang menggoyah si kalbu
Mengusik tekad yang ragu
Bunga kamboja disinari suria
Menjemput tamu lara

Sepi duri
Tuan azali lari
Dan terkam liar kembang bunga
Tawanya bergema

Dan lihat, jalan yang dara diteroka
Dengan ringan di dada
Lihat, istana buka pintu luasnya
Mengundang tamu yang duka lagi lara
Menjamu ia dengan haruman bunga
Harum kejora kamboja

Lirik Lagu The Rojak Uta : Stampede - The Venopian Solitude



Oh the Third World people,
Don't we fall, don't we stumble?
On each and every pointing finger
Of the narcissistic First World's.
We had to be organised,
In order to be recognised;
The ones apologising,
Flunks in production lines.

I know not you were God
Who had the veto to put on
The strongest armour man could make
And mighty words disassociating
All the kingdoms to be free,
All the kingdoms to be seen
As solitary standing,
Womanizing, full-o'-bribin',

Pimps; are flying cross-continents.
You can never be content
Until us, in the hands of you, our dear Commander;
We hail the very merry happy giddy 'New World Order'.

Nukes are dying, dying,
Bigots, streaking, streaking,
As all the slaves in the world start standing.
Dare you nullify,
The power of the rising!
You best to not forget the day you die in mighty stampede.

Ini khas dalam Bahasa Kebangsaan
Kerna aku kan pastikan
setiap derasnya ayat,
Kan tusuk sampai urat.
Tegang-teganglah berkata,
'Tuhan itu kita punya,'
Sedangkan Nabi sendiri,
Hari-hari nyaris mati;
Ditolak dan ditindas,
Quraisy yang tak berbelas.
Namun baginda tabah,
Menghuraikan betapa indahnya
Setiap wujud wanita,
Setiap wujud angkasa,
Setiap takut haiwan pada garang manusya.

Ilmu sebidang dada tak seluas Kalamullah!
Fatwa haram tak sesahih hujah Abu Hurairah!
Batok lepas di tangga, pegar makan padinya,
Anjing sendiri tahu; terang bayang itu penipu!

Barangkali kamu,
Lupa coretan lalu;
Rasul zaman akhir luas bertakbir bukan kamu!

Nukes are dying, dying,
Bigots streaking, streaking,
As all the commoner around start standing.
Dare you confiscate, the right to speculate!
Your death in stampede, that day; repent before it's too late.

Shinjitsu o kataru tabi, tameguchi (dame da yo!)
Nakama o hirogaru tabi, honshitsu (dame da yo!)
‘Anmari ni mo, rippa na hito, no jinsei no you de ikite iku beki' to wa kihon deshou!
Saa, mokuhyou ni awanai mono wa dou narun da?
Masaka itsumo doori no jisatsu ka?
Rekishi no koroshi,
Seiyoku no suuhai,
Wairo de oyogi,
Sake de sei-ippai!

Omedetou! Sasuga, sono seido de wa
Ningenppoku na robotto tachi ga dekiagatta!
Mugon-sha, sara ni, chinmoku ni shizumu,
AHO-na-fourtyeight koto ni gouka ni moguru.
Itsumade kono michi o michibiku tsumori?
Itsumade aku o moriagarasetari?
Tamattoru, damattoru tsuyoi chikarao dase!
Kimi no mirai, kagayakase, sono yume!

Nukes are dying, dying,
Bigots streaking, streaking,
As all the brilliant young minds start standing,
Dare you isolate,
The power to be great!
The stampede will be the last scene;
as you meet your fate!

Lirik Lagu Kehadapan Para Pencemar - The Venopian Solitude



Kehadapan, angin, yang membawa khabar perit
"Kehilangan takhta si pertiwi!"
Beritahu, aku, dalang berita itu

Dengan tangan berlumur darah, bahgianya kan ku cabul

Kejar, sepantas cahaya, selamatkan si Hawa!
Lari, jangan berhenti, sampai si buas direjami!

Tanam ia, tebu, di tepi bibir
Dengan lakaran senyuman sang pencair
Mudahnya, ia, mencarik daun bebunga
Tinggalkan tangisan kuntum yang terbiar

Lari, sepantas bunyi, daripada pandangan ngeri
Tegar, janganlah gentar, atau kita kan binasa

Gerudilah tengkorak kepala supaya kebodohan yang tersimpan terbang keluar bersama-sama wap kebangangan yang terpendam berkurun lamanya

Apakah wujudnya di fana manusia selemah penjajah yang lari meninggalkan bumi yang dipijak setelah disentak daripada angan oleh pemberontak; tuan tanahnhya?

Kejar! sepantas cahaya! sampai mereka berguling keluar!
"Lari! jangan berhenti! atau kamu kan kami rejami!"
"Pergi! lagi pantas dari bunyi! daripada renungan tajam kami!"
"Bubar! jangan berani bersama! atau cicitmu kan binasa!"

Kehadapan kita yang membawa pulang merdeka
Ambil nafas dalam, berehatlah

Lirik Lagu Mahar - The Venopian Solitude



Sebidang tanah dikebun sepenuh raga
Seladang pinang dibelah dua
Calar manapun si dara perang dunia
Parut dirobek bonda teruna

Wahai wanita yang disanjung fana
Ingat waktu manis dulu?
Badai lautan api ditongkah berani
Perjaka rayu tanganmu?

Diragut jangan hati bonda si perawan
Tatangi tangan gemalai
Curahi jiwa bak yang disanjung teruna
Anak barumu dibelai

Rutin harinya, menuntut hingga ke China
Laksamana agungan raja
Setaman bunga bertatah intan permata
Dipinta bonda nya dara

Wahai wanita yang disanjung fana
Ingat waktu perit dulu?
Mentua debik dada julang terunanya
Namun perjaka dakap hatimu

Diragut jangan hati bonda si pahlawan
Tatangi tulus yang longlai
Curahi jiwa bak yang disanjungnya dara
Anak barumu dibelai